Thanks Steve Jobs

 

BEM PE FEUI and simplyecho crew are  deeply saddened by Steve Jobs’ passing…we’d also like to pay tribute with this modest homage

Seperti umumnya great leader — Gandhi, Soekarno, Rinus Michels, — ia pergi meninggalkan legacy yang menginspirasi jutaan anak manusia; inspirasi yang kekal sampai ke ujung jaman.

Perjalanannya membangun bisnis Apple .inc tanpa melalui akademis (karna beliau sukses di D.O) sangat menginspirasi banyak kalangan mulai dari anak muda hingga akademisi yg mempelajari ilmu ilmu beliau karena steve sukses MEMPECUNDANGI pakem ilmu yg selama ini di doktrinkan di bangku kuliah.

Salah satu bidang ilmu yg beliau putar balikan adalah bidang ilmu marketing. tak perlu berandai andai -seandainya saya menjadi anggota DPD RI-Saya mencoba mengumpulkan serpihan-serpihan pelajaran yang saya dapat dari seorang Steve. Berikut ini beberapa di antaranya.

Market Driving

1 300x267 Thanks Steve Jobs

 

 

 

 

 

 

 

 


Para pakar marketer mempunyai pakem yang dipercayai bahkan berupaya ditularkan pada murid muridnya. “Market-driven”, “market-focused” dan “market-orientation” dari ketiga pilar itu terbentuklah formula ( yang biasanya wajib dijadikan pakem bagi mahasiswa pemasaran) : Anda wajib mengetahui dulu apa kebutuhan dan keinginan konsumen, darisana Anda rancanglah produk yang memenuhi hasrat kebutuhan konsumen.

Bagaimana dengan Steve Jobs?

“It’s really hard to design products by focus groups. A lot of times, people don’t know what they want until you show it to them.”

Seringkali konsumen tidak tahu apa yang dibutuhkannya, bahkan dalam FGD sekalipun. Ia baru sadar kebutuhan itu setelah produk disodorkan di hadapannya.

Bentuk dari keyakinan steve jobs tersebut diwujudkan dalam bentuk iPod, dan iPad. Disaat pengembang meyakini sebuah komputer tablet (sebut saja iPad) bukanlah keinginan pasar, namun Apple .inc malah meraup keuntungan besar sekaligus mempermalukan marketer-marketer dunia. Steve Jobs bukan memenuhi keinginan pasar namun beliau justru “meramal” kebutuhan konsumen dimasa datang dan kemudian “memaksa” konsumen untuk menyukai dan membutuhkannya. Kesimpulannya bukan Market-Driven, tapi market-driving.

Selling the Culture

2 300x217 Thanks Steve Jobs

 

 

 

 

 

 

 

 

Canggih!! jika yang dijual adalah kecangihan dan sisi fungsional suatu gadget tentu samsung dan microsoft bisa dikatakan lebih leading. Produk mereka jauh lebih beragam, lebih familar bahkan bajakannya juga tersedia luas, berbeda telak dengan perangkat iDevice milik Apple. Lalu kenapa iDevice jauh lebih mentereng dari sisi gengsi? kenapa iDevice diyakini mempunyai kelas diatas mereka (samsung & Microsoft plus de el el)?

Inilah main course pemikiran Steve (jobs) sesuatu yang tidak mudah ditiru oleh pengembang lainnya. Jobs menjual Apple culture. Ia, tidak menjual gadget tapi menjual kultur Apple melalui gadget. Secara target market, jelas iDevice untuk mereka yang memiliki pemikiran, dan bahkan apresiasi yang sama. Saya punya sebuah kutipan Steve jobs yang menjelaskan perbedaan antara Apple dan Microsoft:

The only problem with Microsoft is they just have no taste. … I mean that in a big way, in the sense that they don’t think of original ideas, and they don’t bring much culture into their products.”

Secara filosofi “Think Different” merupakan roh yang terus mengobarkan semangat fanatisme Apple yang sulit ditiru pesaing. Oh ya, satu lagi semangat steve jobs yang menular ke beberapa Apple user. “It’s better to be pirates than to join the Navy). Kalau saya ibaratkan Steve lebih memilih menjadi entrepreneur bahkan hidup sulit sekalipun dibandingkan menjadi Employee (navy) yang sekalipun hidup layak dan memiliki gelar elite namun kehilangan kreativitas secara penuh.

A designer at Heart – Follow Your Heart

3 300x198 Thanks Steve Jobs

 

 

 

 

 

 

Steve mengajarkan kepada kita pentingnya suara hati dan intuisi (terkesan semacam ajaran klasik banget yah) tapi memang begitulah seorang Steve Jobs. “Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition,” ujarnya. Suara hati dan intuisi adalah senjata pamungkas yang menentukan sukses kita dipasar, karena itu dengarkanlah bisikan-bisikannya.

Meskipun begitu bukan berarti steve melupakan riset dan mengumpulkan data data. Data seperti apa? berdasarkan quote beliau, tentu bukan data data apa keinginan konsumen namun apa kebutuhan mereka yang serupa dengan semangat Apple.

Trial and Error Maniac + Blue Ocean Hunter

Tak banyak mereka yang suka dengan error bahkan tergila-gila. Kecenderungan mereka yang seperti ini adalah seorang blue ocean hunter. Steve selalu berusaha memastikan Apple keluar dari persaingan  Sebagai seorang visionary Jobs menciptakan kategori baru, menjadi pioneer kemudian membesarkan pasarnya. Misalnya:

Di pertengahan tahun 1970-an, ketika komputer mainframe IBM mendominasi pasar, Steve mengambil jalan sepi dengan menciptakan kategori baru yang belum pernah ada sebelumnya, PC. Ketika pasar PC kemudian boom dipenuhi pemain-pemain medioker, Steve pun mengarahkan Apple mengambil jalan sunyi dengan produk legendaris Macintosh, walaupun kemudian terperosok.

  • (2001) – Ketika internet marak, kembali Steve membawa Apple keluar dari mainstream dengan menciptakan kategori baru yang breakthrough yaitu iPod/iTunes.
  • (iPhone, 2007) – Masuklah Apple ke bisnis smartphone,  dan
  • (iPad, 2010) – tablet.

Kuncinya?

Steve: “Stay Hungry, Stay Foolish!

 What Next?

4 300x175 Thanks Steve Jobs

 

Kata kunci pencarian:

ekstensi feui