Agar Blog menjadi sebuah Buku

Sekarang sudah banyak blogger yang menerbitkan buku ke pasaran, kebanyakan buku yang diterbitkannya tersebut berasal dari hasil blog-nya di dunia online. Buku yang disusun dari konten blog disebut blook, kombinasi dari blog dan book. Blook pertama kali diterbitkan oleh Joel Spolsky, dengan penerbit Apress pada tanggal 26 Juni 2001, dari blog Joel tentang Software. Sedangkan di Indonesia sendiri sudah banyak contoh sebuah blook, misalnya Kambing Jantan-nya Raditya Dika. Awalnya berupa tulisan ringan di blog radityadika.com, kemudian dibukukan dan sukses menjadi best seller. Bahkan diangkat menjadi sebuah film. Kemudian dilanjutkan dengan diterbitkannya buku-buku lainnya. Nama Raditya Dika pun kini dikenal sebagai blogger yang juga sutradara, aktor, penulis skenario, buzzer dan terakhir aktif di stand up comedy.

Contoh lain adalah Wisnu Nugroho yang berhasil menerbitkan tetralogi (4 seri buku) tentang Pak Beye, Matahari Timur yang sudah menerbitkan buku Jihad Terlarang, Bang Namun dan Mpok Geboy, dan tujuh buku lainnya yang kesemuanya itu berasal dari blog pribadinya.

Rasanya sudah cukup contoh yang diberikan dan bagaimana cara agar tulisan blog kita berhasil menjadi sebuah buku. Berikut cara meringkasnya:

 

1. Mempunyai Blog

Tentu saja jika ingin menjadi blogger tentu harus mempunyai blog atau website sebagai media untuk menulis. Bisa yang berbayar dengan menggunakan dotcom atau yang gratisan seperti blogdetik ini. Silahkan pilih, untuk awal mungkin bisa menggunakan yang gratisan terlebih dahulu. Jika dirasa sudah lebih serius lagi menekuni dunia blogging dan menemukan passion, silahkan beli domain dotcom-nya. Untuk personal branding, gunakan nama yang ringkas, jangan terlalu panjang. Jika bisa samakan dengan nama akun twitter, facebook dan social media lainnya.

 

2. Mulai Menulis

Kemudian mulailah menulis hal-hal yang kita sukai dan kuasai. Jika kita suka traveling, tulislah cerita tentang perjalanan. Jika kita suka masak atau makan, bisa menulis tentang kuliner. Selain itu juga materinya harus kita kuasai. Informasinya sedetail mungkin. Termasuk hal-hal kecil. Mungkin apa yang sudah kita ketahui, bisa jadi belum diketahui oleh orang lain. Dan yang paling penting adalah fokus pada materi.

 

3. Mengumpulkan Materi

Untuk sebuah buku minimal materi yang terkumpul sebanyak 80 100 halaman A4 dengan 1.5 spasi. Silahkan copy tulisan di blog dan paste di word. Coba cek apakah tulisan kita sudah memenuhi syarat dalam hal jumlah halaman? Jika belum silahkan tambahkan, bisa juga ditambahkan gambar agar pembaca tertarik dan tidak jenuh oleh tulisan saja. Sebelum menjadi buku dapat juga dijadikan e-book dan di publikasikan di blog. Jika ada penerbit yang tertarik, tinggal hapus postingan ebook tentang buku tersebut.

 

4. Mengirimkan Materi

Setelah materi terkumpul, saatnya mengirim materi buku kepada penerbit umum. Jangan kecewa kalau ditolak. Coba berikan lagi ke penerbit yang kira-kira cocok dengan materi tulisan kita. Jangan mengirim materi tentang traveling tapi ke sebuah penerbit tentang agama. Pasti ditolak. Jika mereka setuju, kita akan dibuatkan kontrak. Biasanya untuk cetak pertama sebanyak 3.000 eksemplar. Royalti 10% dari harga jual buku dan kita akan dibayar 25% dari royalti penjualan buku. Jika sebuah buku harganya Rp 35.000,- kita akan mendapat 25% dari 3.000 eksemplar x 10% yaitu sebesar Rp 2.125.000,-

Jika ditolak terus jangan kecewa. Saat ini bisa menerbitkan buku sendiri (self published). Dengan membayar minimal order kita sudah bisa membuat buku. Untuk pemasaran kita bisa memanfaatkan sosial media untuk promosi.

Masih berat untuk pembayarannya? Bisa juga menerbitkan buku bersama teman-teman blogger lainnya. Dengan demikian biaya yang dikeluarkan tidak terlalu berat karena akan ditanggung bersama. Konsekwensinya royaltipun akan dibagi juga.

4. Promosi
Setelah buku terbit kita bisa promosikan lewat sosial media seperti Facebook, Twitter dan bisa di blog sendiri. Langkah ini cukup penting apalagi jika menerbitkan dengan sistem self publishing, karena yang menjadi marketing adalah kita sendiri. Atau bisa juga jika diterbitkan oleh penerbit umum, pasti buku kita juga tersedia di penjual buku/ toko buku. Pengalaman pribadi saya ketika itu saat mengunjungi toko buku sangat antusias sekali melihat apakah buku kita sudah tersedia atau belum. Jika biasanya datang ke toko buku mencari buku favorit, sekarang mencari buku sendiri.

Semoga tipsnya bisa bermanfaat icon smile Agar Blog menjadi sebuah Buku