Restorasi Ekosistem Hutan Gambut, APRIL Investasi 7 Juta Dolar AS

KBRN, Jakarta: Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) akan mengalokasikan dana sebesar US$ 7 juta untuk menjadikan hutan gambut di Semenanjung Kampar, Riau, menjadi kawasan hutan lindung kelas dunia.

Dana tersebut akan digulirkan untuk memulihkan dan melindungi 20.265 hektar huta gambut selama tiga tahun pertama sejak tahun 2013 hingga 2015.

Kawasan hutan gambut yang sebelumnya telah rusak akibat aktivitas pembalakan liar di masa lalu itu akan direstorasi oleh Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang pada awal tahun lalu digagas oleh APRIL asia.

General Manager Restorasi Ekosistem Riau (RER), Anthony Greer, mengatakan, untuk menjadikan kawasan itu sebagai hutan lindung kelas dunia, selain penyiapan dana US$ 7 juta, pihaknya juga akan didukung oleh berbagai sumber daya penuh waktu serta para ahli dari berbagai mitra.

“RER akan mendapat arahan serta dukungan dari sebuah dewan penasehat yang terdiri dari para ahli, baik dari dalam negeri maupun internasional,” ungkap Greer, usai diresmikannya program restorasi ekosistem hutan gambut di Semenanjung Kampar oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Selasa (7/5/2013) di Jakarta.

Dalam merestorasi kawasan tersebut, lanjut Anthony Greer, pihakya akan melibatkan masyarakat lokal sekitar untuk membangun pemahaman bersama tentang prioritas-prioritas konservasi di daerah tersebut.

“RER akan menciptakan lapangan kerja serta skema pengembangan kapasitas yang melibatkan partisipasi langsung dari komunitas sekeliling terdekat,” ungkapnya.

“Kami menargetkan untuk merestorasi dan melindungi area konservasi melalui upaya-upaya pemulihan dan perlindungan yang dijalankan secara bersama antara RER dan masyarakat sekitar.

Ditambahkan Greer, RER akan membuat cadangan hutan gambut melalui rencana empat tahapan, yakni melindungi, mengkaji, merestorasi dan mengelola keanekaragaman hayati hutan, tanah, tumbuhan satwa dan nilai-nilai air di kawasan tersebut.

sumber