(Pemimpin) yang Dibutuhkan dan Dicari

Saya terusik, mengapa banyak orang ingin menjadi pemimpin suatu negara atau daerah? Bukankah itu kurang lebih sama artinya dengan menanggung beban yang luar biasa? Apa motivasi mereka di balik pencapaian itu? Dan yang lebih menarik lagi bagi saya, bagaimana sesungguhnya pemimpin yang diperlukan suatu masyarakat?

Krisis kepemimpinan mungkin telah terjadi di negara kita. Terdapat teladan tidak baik yang kita lihat dari para pemimpin. Beberapa pejabat di pemerintahan dan daerah melakukan korupsi serta penyelewengan kekuasaan demi kepentingan pribadi atau kelompok. Dan ironi pula, terdapat beberapa anggota DPR yang notabene wakil kita juga terlibat dalam kasus korupsi. Mereka malah menggerogoti bangsa ini untuk ketamakan dan kepentingan pribadi atau golongan.

Di sisi lain, intransparansi dan ketidaktegasan dari seorang pemimpin suatu organisasi atau pemerintahan mesti dibayar mahal. Masyarakat sudah jenuh dan tidak percaya lagi. Beberapa waktu lalu terjadi demonstrasi besar di beberapa daerah akibat aksi protes atas rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Saya melihat bahwa kebijakan tersebut adalah suatu hal yang baik. Penurunan subdidi dapat direalokasikan ke belanja modal/investasi,utamanya infrastruktur, yang memberi efek multiplier pertumbuhan ekonomi lebih jangka panjang. Namun, rencana ini ditentang habis-habisan oleh demonstran. Oke, apabila kita boleh mencurigai ada kepentingan dibalik itu. Namun apabila diteliti lebih lanjut, hal tersebut bagian dari ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Baru-baru ini kita diperlihatkan fenomena yang cukup menarik dari proses pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Diakui atau tidak, pasangan Jokowi-Basuki telah berhasil mengurangi jarak mereka dengan masyarakat melalui kampanye baju kotak-kotak. Selain itu, mereka juga turun ke jalan mendengarkan aspirasi dari masyarakat secara langsung. Dan yang lebih menarik juga, Jokowi-Ahok memberi ketegasan sebelum diusung kepada partai-partai pengusungnya bahwa tidak ada kepentingan yang dilekatkan dan mereka akan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Selain itu pasangan tersebut juga dalam kampanyenya menonjolkan banyak prestasi yang telah diraih ke arah perbaikan daerah yang dipimpinnya. Maaf, jika saya mengutip mereka dalam tulisan ini. Saya hanya ingin mengangkat hal yang menarik dan menyadari bahwa tipe pemimpin tersebut yang menjadi kesukaan rakyat.

Apabila kita menoleh pemimpin dari sejarah, banyak pemimpin sesungguhnya yang bisa kita jadikan contoh. Mereka rela mati dalam mempertahankan kesatuan dan kemerdekaan Indonesia, seperti Yos Sudarso yang dikenang dengan pesan singkat “Kobarkan Semangat Pertempuran” sebelum kapalnya tenggelam di perairan Irian Barat pada saat penyerangan dengan Belanda.

Pada akhirnya, mereka yang benar-benar berkorban untuk organisasi maupun negara yang dipimpinnya adalah pemimpin sesungguhnya. Dan saya ingin menggarisbawahi sekali lagi, bahwa kedekatan serta keterbukaan dari pemimpin dengan pengikutnya akan menghasilkan kepercayaan, situasi kondusif, dan kerjasama yang efektif dengan para pengikutnya.

Ditulis oleh: Maruliana Sitanggang