PSAF 2011: “We’re Gonna Make A Big Family!”

Pada hari Sabtu, 20 Agustus 2011 lalu, Gedung Dekanat diramaikan oleh sekitar 100 mahasiswa dan mahasiswi baru Program Ekstensi FEUI angkatan 2011. PSAF, demikianlah para mahasiswa dan mahasiswi tersebut menyebut “Pengenalan Sistem Akademik Fakultas” yang diadakan oleh FEUI untuk memberikan pengarahan awal mengenai bagaimana sistem perkuliahan di PEFEUI. Momentum ini juga dimanfaatkan oleh BEM PEFEUI serta FOSMA PEFEUI untuk berbagi sedikit mengenai organisasi yang diharapkan dapat menjadi ‘warna’ di PEFEUI selain kuliah.

Acara dimulai pada pukul 1 hingga pukul 5 sore, diakhiri dengan pembagian takjil untuk seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang hadir. Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua Dekanat, Bapak Jossy P. Moeis, Ph.D, yang menyampaikan gambaran umum mengenai PEFEUI sekaligus ucapan selamat datang bagi para mahasiswa dan mahasiswi baru PEFEUI 2011 dilanjutkan dengan kuliah umum mengenai peranan FEUI dalam perekonomian Indonesia oleh salah satu Guru Besar UI. Tema yang dapat dikatakan sangat menarik karena berbicara mengenai sejarah perekonomian Indonesia dari tahun ke tahun dalam kaitannya dengan FEUI yang ternyata merupakan bagian tidak terpisahkan darinya. Kuliah umum berakhir pukul 14.30, dilanjutkan dengan pengarahan dari Bapak Imo Gandakusuma sebagai ketua jurusan manajemen PEFEUI dan Ibu Sri Nurhayati sebagai ketua jurusan akuntansi PEFEUI. Di sinilah dijelaskan secara gamblang mengenai bagaimana sistem akademik, termasuk berapa SKS yang harus diambil, lama waktu studi, aturan main, Indeks Prestasi (IP), mata kuliah yang harus diambil, sampai dengan tata tertib selama kuliah. Penjelasan disampaikan dalam waktu satu jam disambung dengan sesi tanya jawab yang langsung dipimpin oleh Pak Imo dan Ibu Nur. Sesi Tanya jawab ini berlangsung cukup interaktif karena memberikan kesempatan bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali untuk menyampaikan pertanyaan atau masukannya seputar perkuliahan.

Sistem Akademik

Ada beberapa poin penting yang perlu digarisbawahi dari sistem akademik tahun ajaran 2011 ini, di antaranya tidak adanya ujian transfer kredit untuk jurusan manajemen serta ditetapkannya paket SKS untuk 2 semester pertama baik untuk jurusan manajemen maupun akuntansi. Hal ini juga telah disampaikan pada saat Open House PEFEUI. Perubahan yang cukup besar, karena sebelumnya untuk jurusan manajemen selalu dilakukan ujian transfer kredit untuk mata kuliah pengantar seperti pengantar ilmu ekonomi, pengantar metode kuantitatif, pengantar bisnis dan manajemen, dan pengantar akuntansi, oleh sebab itu meskipun mata kuliah pengantar sudah diberikan pada saat D3, mahasiswa dan mahasiswi baru tetap harus menjalani ujian transfer kredit untuk dapat mengambil mata kuliah selanjutnya. Beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang masuk sebelum tahun 2011 tentunya menganggap ini sebagai bentuk ketidakadilan karena status mereka kini harus menjalani “4 mata kuliah lebih banyak” dibandingkan angkatan 2011. Namun penjelasan cukup logis diberikan oleh Bapak Imo pada akhirnya, bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyetarakan antara jurusan manajemen dan akuntansi, terkait jumlah SKS yang harus diambil, agar lama waktu studi juga sama, yaitu 2,5 tahun.

BEM “Welcome Ceremony”

BEM PEFEUI seperti pada tahun-tahun sebelumnya diberi kesempatan oleh fakultas untuk ikut mengisi acara pada PSAF. Juga pada tahun 2011 ini, BEM memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menampilkan antara lain film dokumenter kampus, orientasi kampus depok dan salemba, serta profil dan program kerja BEM periode 2011-2012. Acara ini dibawakan dengan tema mengakrabkan, baik mengakrabkan antara BEM dan mahasiswa, maupun antarmahasiswa sendiri. Tema ini didukung penuh oleh interaksi hangat yang dibawakan oleh Dadan Sumantri dan Merlin Ohara sebagai pembawa acara, serta satu sesi yang tidak kalah menarik juga yang dibawakan oleh Monicha Shalimar –mewakili divisi komunikasi dan informasi– yang meminta seluruh mahasiswa tanpa terkecuali untuk berkenalan dengan teman yang duduk di samping kiri dan kananya. Very good ice breaking though, karena dari sinilah suasana dapat terlihat lebih cair dari suasana di awal yang benar-benar hanya duduk-diam-dan-mendengarkan.

Film Dokumenter

Film berformat Semi-Dokumenter berjudul “Ekstensi Versi Kami” ini khusus dipersembahkan oleh BEM PEFEUI untuk memberikan gambaran singkat mengenai how it really feels sebagai mahasiswa PEFEUI yang sehari-harinya sebagian besar dipenuhi dengan pekerjaan, perkuliahan, dan keorganisasian. “Hidup kayak nggak ada pause-nya..” kutipan dari epilog film tersebut. Berdasarkan hasil interviu singkat dengan beberapa mahasiswa, meskipun muncul beberapa keluhan teknis seperti layar yang terlalu gelap, hal yang ingin disampaikan oleh film berhasil ditangkap oleh penonton, bahwa menjalani kuliah di PEFEUI pada kenyataannya memang tidak mudah, dalam arti banyak hal yang berpotensi menjadi kendala dimana salah satunya yang cukup ‘terasa’ adalah manajemen waktu.

Pengenalan BEM

“BEM PEFEUI.. tetap semangat!!” Begitulah Fadli Hanafi, ketua BEM periode 2011-2012 mengawali perkenalannya dengan mahasiswa dan mahasiswi baru 2011 diikuti oleh seluruh anggota BEM. Permulaan yang meriah dan sangat bersemangat. Seluruh anggota BEM naik ke panggung dan diperkenalkan oleh Fadli runut per divisi, yang terdiri dari divisi kajian strategis, divisi PSDM, divisi advokasi, divisi komunikasi dan informasi, divisi seni dan olah raga, serta divisi dana usaha. Waktu yang cukup singkat ini dimanfaatkan oleh Fadli untuk memberikan presentasi yang juga singkat mengenai profil divisi serta program-program kerja BEM, di antaranya Gathering MABA, Bulletin, Kajian Treespotter, Diskusi Panel, ASEAN Student Week, serta Extension Cup.

Pengenalan FOSMA (Forum Silaturahmi Mahasiswa)

Tiba giliran FOSMA untuk berkenalan dengan para mahasiswa dan mahasiswi baru 2011. Pandu Rizky Fauzi, ketua FOSMA, menyambut hangat mahasiswa dan mahasiswi yang masih setia mengikuti acara kendati peserta kegiatan sudah berangsur-angsur ‘menyusut’. Dimulai dengan sejarah berdirinya FOSMA, visi dan misi FOSMA, sampai dengan kegiatan-kegiatan FOSMA seperti pelaksanaan tentir dan penyediaan bank soal untuk mahasiswa, hingga kegiatan-kegiatan ‘hiburan’ seperti rafting, pendakian, dan sebagainya. Sangat disayangkan presentasi FOSMA juga dibatasi oleh waktu sehingga Pandu juga menjelaskan segala sesuatunya dengan singkat. Sementara Pandu memberikan presentasi, teman-teman FOSMA yang juga hadir saat itu membagikan brosur FOSMA kepada para mahasiswa.

Pemilihan Ketua Angkatan 2011

Saat yang ditunggu-tunggu datang; pemilihan ketua angkatan 2011. Dituturkan oleh Daniel Rheza Siregar, wakil ketua BEM 2011-2012, ketua angkatan selain figurnya dibutuhkan sebagai ‘prototype’ angkatannya, juga berperan sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap penyampaian informasi dari luar kepada mahasiswa angkatannya.

Pemilihan awalnya berlangsung alot, hal yang sudah diprediksi oleh panitia, karena suasana yang sudah menjelang sore ditambah para mahasiswa yang masih sangat baru dan dimungkinkan belum banyak mengenal satu sama lain. Akhirnya, dipilih 3 kandidat untuk menjadi ketua angkatan: Katharina (Rina), Dwi Nanda Ardhi (Ardhi), dan Khalif (Khalif). Setelah ketiganya diminta menyampaikan ‘kampanye’ kecil yang antara lain berisi perkenalan singkat dan presentasi mengenai wawasan keorganisasian mereka, dilakukanlah pemilihan melalui voting. Pemilihan yang berlangsung cukup cepat ini akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Ardhi sebagai ketua serta Rina sebagai wakil. Acara berakhir bersama dengan terpilihnya ketua angkatan yang ‘dilantik’ langsung oleh Fadli selaku ketua BEM. “Kalau BEM punya periode kepengurusan, ketua angkatan tidak punya. Selamanya Ardhi akan menjadi ketua angkatan PEFEUI 2011. Itu yang saya tahu”, lontar Fadli kepada audiens sambil tersenyum yang lalu disambut dengan tepuk tangan audiens.

Pendapat mereka

“Paling nggak, kita jadi tahu apa langkah pertamanya. Awalnya super-blank!”

“Orang BEM-nya lucu-lucu.”

“Gue bahkan baru tau ada BEM di ekstensi, gue seneng banget dengernya.” kata beberapa mahasiswa setelah ditanya testimonialnya mengenai bagaimana kesan terhadap acara ini. Dengan acara yang hanya berlangsung sekali dalam setahun ini, kebanyakan dari mereka mengaku sudah ‘terpersenjatai’ dengan informasi yang dijelaskan seluruhnya oleh Pak Imo dan Ibu Nur. Beberapa saran yang muncul untuk BEM adalah agar tetap konsisten dengan semangat yang sudah ditunjukkan selama acara berlangsung dan agar tetap menjalankan program-programnya. “..as real as it can be”, tutur salah satu mahasiswa.

Acara yang cukup ‘memenangkan’ baik untuk mahasiswa maupun untuk BEM sendiri yang tentunya memperoleh banyak masukan dan support dari ‘bibit-bibit’-nya. So, we can say from now, the next agenda is making a great big family. Shall we?

 

Oleh: Adelia Surya Pratiwi